Jenis Essay

12 Jenis Jenis Esai 

Pengertian, Ciri Ciri, Struktur dan Contohnya

Jenis Jenis Esai, Pengertian, Ciri Ciri, Struktur dan Contohnya – Dalam dunia tulis menulis, menulis sebuah karangan tentu bukanlah hal yang asing lagi bagi kita semua. Karangan ada yang berupa karya fiksi ada pula karya non fiksi. Salah satu karangan non fiksi yang tidak asing bagai kalangan civitas akademika, salah satunya adalah esai. Mungkin hampir semua orang, baik secara sadar ataupun tidak pasti pernah membaca sebuah esai. Dalam membuat esai ada beberapa kaidah yang harus dituruti. Selain itu, esai juga memiliki berbagai macam jenis, tergantung tujuan esai itu ditulis. Dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai jenis jenis esai – pengertian, ciri ciri, struktur dan contohnya.

Pengertian Esai

Merujuk pada definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah ‘esai’ diartikan sebagai suatu karangan atau karya tulis yang termasuk dalam prosa yang membahas suatu masalah (kajian) secara sekilas dari sudut pandang pribadi sang penulis. Hal serupa juga dikemukakan ahli, Soetomo, yang mendefinisikan esai sebagai suatu karangan pendek berdasarkan cara pandang seseorang dalam menyikapi suatu masalah.  Berdasarkan dua definisi yang dijelaskan sebelumnya, dapat kita simpulkan jika esai sangat dipengaruhi sudut pandang penulis dalam menilai suatu masalah, sehingga tulisan pada esai pastilah mengandung opini yang bersifat subjektif serta argumentatif. Meskipun bersifat subjektif, namun argumen yang disampaikan dalam esai tetaplah harus bersifat logis, dapat dipahami dengan baik, serta berdasarkan pada teori atau data serta fakta yang ada di lapangan. Dengan begitu, esai tidak hanya menjadi tulisan fiktif atau imajinasi dari sang penulis saja. Secara umum, esai memiliki kesamaan dengan tajuk rencana yang terdapat pada surat kabar, yakni memiliki tujuan untuk meyakinkan masyarakat terhadap sudut pandang penulis mengenai suatu isu, atau dengan kata lain menggiring opini publik. Bedanya, tajuk rencana hanya ditulis oleh seorang kepala editor, sedangkan esai dapat ditulis oleh siapa saja.

Ciri Ciri Esai

Sama seperti halnya dengan semua karya tulis, untuk membedakannya dari karangan lainnya, esai memiliki beberapa ciri ciri, di antaranya :

  1. Berupa karangan pendek.

Esai merupakan jenis prosa yang berbentuk tulisan. Esai ditulis dengan jumlah kalimat yang pendek. Hal ini karena esai terdiri atas sebuah kajian singkat yang padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh khalayak umum.

  1. Memiliki gaya bahasa yang khas.

Karena sangat dipengaruhi sudut pandang penulisnya, tentu gaya penulisan masing masing penulis esai akan berbeda dan membawa ciri khas mereka masing masing. Esai dapat ditulis oleh semua yang ingin menanggapi suatu permasalahan atau mengangkat isu isu tertentu untuk diperbincangkan, dengan demikian setiap esai akan berbeda gaya penulisannya satu individu dengan individu lain.

Struktur Esai

Agar esai yang ditulis nantinya baik dan mudah dipahami, ketika menulis kita perlu memperhatikan struktur-struktur pembentuk esai, sebagai berikut :

  1. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan struktur awal pembangun kerangka dari esai. Pendahuluan biasanya akan mengungkapkan secara sekilas topik atau tema yang akan diangkat pada keseluruhan esai. Pada bagian ini pula, dijabarkan latar belakang yang mendasari penulisan esai tersebut, biasanya dapat berupa data atau fakta di lapangan. Selain itu, pada bagian ini penulis juga mengungkapkan sedikit pendapatnya tentang tema yang akan dibahas lebih lanjut. Singkatnya, pendahuluan akan menjadi pengantar atau gambaran pembaca agar dapat memahami topik yang akan dibawakan suatu esai, sehingga pembaca akan mudah memahami isi esai yang akan disampaikan pada bagian selanjutnya.

  1. Isi atau Pembahasan

Bagian ini merupakan bagian inti dari struktur pembangun esai. Pada bagian ini, topik atau tema yang telah dipilih sebelumnya akan dibahas dan dijelaskan secara lebih rinci dan mendetail. Di pembahasan, menulis akan menjabarkan opininya serta argumennya secara kronologis atau berurutan sehingga esai yang ditulis nantinya bersifat koheren. Dalam isi juga dijelaskan tentang dasar dasar dari penyusun argument tersebut, seperti teori para ahli yang dikombinasikan dengan data dan fakta fata yang ada di lapangan. Teori, data, dan fakta inilah yang akan lebih meyakinkan pembaca untuk mempercayai opini penulis yang disampaikan dalam esai.

  1. Penutup atau Kesimpulan

Seperti namanya, bagian penutup merupakan bagian terakhir dalam menyusun sebuah esai. Bagian ini berisi kesimpulan yang berupa kalimat yang merangkum poin-poin utama yang telah disampaikan sebelumnya di bagian pendahuluan dan pembahasan. Kesimpulan harusnya bersifat singkat, padat, dan jelas, serta tidak melebar ke topik lainnya. Beberapa esai juga menambahkan saran penulis bagi pihak ketiga untuk menyikapi permasalahan yang di bahas pada bagian penutup.

Selain mengikuti struktur penulisan esai seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, berikut ini ada pula beberapa langkah yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menulis esai, yakni

  • Menentukan tema atau isu yang akan diangkat.
  • Menbuat garis besar dari ide pokok yang akan dikembangkan dalam paragraf pembahasan.
  • Mengembangkan ide pokok pada paragraf pembahasan disertai dengan pendapat penulis terhadap gagasan tersebut. Dalam penulisan pendapat harus didasarkan pada teori, pendapat ahli, data data, maupun fakta yang ada.
  • Menyimpulkan pokok atau inti dari gagasan yang telah disampaikan sebelumnya.

Jenis Jenis Esai

Esai dibedakan menjadi beberapa jenis. Di antaranya esai dibedakan menjadi berdasarkan tujuan penulisannya dan serta keragaman permasalahan yang diangkat.

(1-5) Jenis Esai Berdasarkan Tujuan Penulisan

Berikut ini pemaran jenis jenis esai berdasarkan tujuan penulisannya beserta masing masing penjelasannya,

  1. Esai Cerita

Esai cerita merupakan esai yang bertujuan untuk melukiskan, atau menghadirkan baik barang, seseorang, maupun sesuatu lainnya agar mampu dibayangkan oleh pembaca. Esai ini bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat bentuk, mendengar suara, mengecap rasa, maupun mencium bau dari suatu barang, atau seseorang, atau sesuatu lainnya yang dihadirkan dalam isi esai. Atau dengan kata lain, esai cerita bertujuan untuk memberikan kesan utama yang ingin disampaikan penulis terhadap suatu benda maupun seseorang atau sesuatu lain kepada pembaca.

  1. Esai Paparan

Esai ini bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan lebih rinci suatu hal kepada pembaca. Tujuan utama esai ini untuk mengedukasi maupun memberikan informasi kepada pembaca.

  1. Esai Argumentatif

Esai jenis ini, bertujuan untuk meyakinkan pembaca untuk menerima ide, pandangan, sikap, maupun kepercayaan penulis terhadap suatu isu atau permasalahan. Esai argumentative akan berusaha mengungkapkan kebenaran dari suatu ide dengan motif agar nantinya pembaca pada akhirnya akan berpihak pada penulis dan berbuat sesuatu berdasarkan opini yang terdapat dalam esai tersebut.

  1. Esai Lukisan

Esai lukisan merupakan karangan yang isinya menggambarkan sesuatu dengan tujuan untuk membantu pembaca memahami hal yang ingin disampaikan.

  1. Esai Ajakan

Esai ajakan hampir mirip tujuannya dengan esai argumentatif, hanya saja esai jenis ini mempunyai tujuan lebih spesifik yakni mengajak pembaca untuk mengikuti penulis dalam melakukan suatu atau sebaliknya mengajak pembaca untuk menghentikan melakukan suatu hal.

(6-12) Jenis Esai Berdasarkan Keragamaan Permasalahan yang Muncul

  1. Deskriptif

Esai deskriptif merupakan esai yang mendeskripsikan seseorang atau benda. Permasalahan atau hal yang diangkat pada esai ini adalah sebuah benda, seperti rumah, alat elektronik, hewan, maupun sesorang.

  1. Tajuk

Tajuk, merupakan jenis esai yang dimuat di dalam surat kabar yang menjadi tempat untuk menyalurkan pendapat masyarakat guna menyatakan pandangannya terhadap suatu peristiwa yang sedang berkembang di lingkungan masyarakat tersebut. Esai jenis ini mengangkat isu isu yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat seperti gejolak politik, keadaan perekonomian saat ini dan lain sebagainya. Tajuk tidak hanya memuat isu isu berat, namun apa saja yang sedang menjadi tren saat ini di masyarakat juga dapat menjadi pokok bahasan dalam tajuk, misal model fashion terkini, bahkan hingga fenomena “Om Telolet, Om” yang marak diperbincangkan akhir akhir ini.

  1. Cukilan Watak

Esai jenis ini, memungkinkan seorang penulis untuk menyisipkan cukilan (cuplikan) dari watak seseorang terhadap isu terkait kepada pembaca. Esai ini tidak menjabarkan secara lengkap biografi seorang tokoh, melainkan hanya mengungkapkan sepenggal watak atau sifat yang dimiliki seorang tokoh yang terkait dalam isu atau cerita yang diangkat dalam esai tersebut.

  1. Pribadi

Esai pribadi hampir mirip dengan esai cukilan watak. Hanya saja yang membedakan esai jenis ini dengan esai cukilan watak ialah watak atau sifat yang dihadirkan dalam esai merupakan sepenggal watak atau sifat dari penulis itu sendiri. Pada esai pribadi, penulis secara frontal mengungkapkan pendapatnya terhadap isu yang diangkat dalam esai.

  1. Reflektif

Esai ini merupakan esai yang ditulis untuk merenungkan suatu isu politik, kebijakan pemerintah, dan lainnya yang biasanya ditulis oleh seorang pakar/ahlinya guna menanggapi isu isu tersebut.

  1. Kritik

Esai kritik merupakan esai yang menilai baik atau buruk, bermanfaat atau tidaknya, kelebihan atau kekurangan suatu hal, baik berupa karya seni maupun karya sastra. Kritik akan membicarakan dan menilai berbagai unsut yang membentuk karya tersebut dan dikemas dalam sebuah esai.

  1. Artikel Penelitian

Artikel penelitian merupakan jenis esai yang berisi tentang hasil hasil yang diperoleh dari sebuah penelitian. Artikel jenis ini umumnya akan menambah pengetahuan baru di bidangnya atau mencek ulang penelitian yang ada sebelumnya dengan kondisi riil saat ini.

Contoh Esai dan Pembahasannya

Penyebab Bahasa Lampung Terancam Punah

Dilansir dari situs BBC, UNESCO mengatakan bahwa lebih dari sepertiga bahasa di dunia terancam punah dan diantaranya dipakai oleh kelompok kecil penutur. Dari sekitar 2.000 bahasa tersebut, menurut UNESCO, sekitar 200 dipakai oleh sekelompok kecil penutur. Bahasa Lampung yang merupakan bahasa daerah dari Provinsi Lampung adalah salah satunya. Bahasa Lampung memiliki banyak ragam dialek dan juga memiliki aksara (huruf) sendiri.

Di era globalisasi ketika masyarakat mengedepankan bahasa nasional dan bahasa asing dikarenakan kebutuhan komunikasi dalam bisnis dan urusan lainnya, penggunaan bahasa daerah seperti bahasa Lampung di daerah provinsi Lampung mulai menurun. Dikhawatirkan bahwa bahasa Lampung ini akan semakin sedikit jumlah penuturnya.

Ada beberapa kemungkinan penyebab yang membuat penutur asli bahasa Lampung semakin sedikit; hal yang menurut saya bisa menjadi penyebab berkurangnya penutur bahasa asli Lampung. Yang pertama adalah banyaknya variasi dialek yang membuat ketidakpahaman sesama penutur yang menganut dialek berbeda sehingga timbullah keengganan dalam menggunakan bahasa Lampung. Pada akhirnya mereka lebih memilih untuk menggunakan bahasa nasional untuk menjembatani kesulitan tersebut.

Masyarakat yang heterogen dimana banyak masyarakat di luar suku Lampung yang tinggal di Lampung serta adanya perkawinan antar suku juga termasuk penyebab mengapa masyarakat lebih cenderung menggunakan bahasa nasional. Adanya perkaiwanan antar suku ini melahirkan anak-anak yang tidak diajarkan bahasa Lampung karena orang tua tidak membiasakan atau mengajari mereka bahasa Lampung di rumah. Komunikasi di rumah didominasi dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Tidak hanya anak-anak dari perkawinan antar suku, namun anak-anak yang terlahir dari orang tua suku Lampung asli pun sudah mulai banyak yang tidak belajar bahasa Lampung atau berkomunikasi dengan bahasa Lampung di rumah.

Dominasi penggunaan bahasa Indonesia sehingga tergesernya penggunaan bahasa asli daerah tersebut saya rasa tidak hanya terjadi di Lampung. Hal tersebut dikarenakan desakan kebutuhan dan kepraktisan dalam berkomunikasi pada ranah bisnis, pendidikan, maupun sektor lainnya.

Pelestarian bahasa sebagai salah unsur dari budaya tentu bukanlah hal yang mudah apalagi hal ini menyangkut banyak orang dengan jenis komunikasi yang berbeda-beda. Penyebab-penyebab mulai terancamnya bahasa daerah, baik bahasa Lampung maupun bahasa lainnya tidak luput dari peran semua pihak. Oleh karena itu, dibutuhkan peran dan partisipasi dari banyak pihak juga untuk melestarikannya.

Pembahasannya:

Dilihat dari permasalahan yang diangkat, esai ini merupakan sebuah esai paparan. Esai ini memaparkan penyebab penyebab Bahasa Lampung dapa terancam punah. Pada paragraph pertama dan kedua dipaparkan data pengantar tentang  fenomena punahnya sebuah bahasa daerah yang dikutip dari pernyataan UNESCO. Paragraf satu dan dua ini secara struktur merupakan bagian pembukaan yang menjadi pengantar kepada pembahasan selanjutnya yang lebih detail yakni mengenai penyebab hampir punahnya bahasa daerah Lampung,

Dilihat dari strukturnya, paragraf keempat serta kelima merupakan isi atau pembahasan dari esai tersebut. Pada bagian tersebut disebutnya secara kronologis hal hal apa saja yang dapat menjadikan kepunahan bahasa Lampung. Di dalam isi esai tersebut penulis beropini jika penyebab penututur asli bahasa Lampung semakin sedikit antara lain  1) Banyaknya variasi dialek yang menimbulkan keengganan dalam menggunakan bahasa Lampung, 2) Masyarakat yang heterogen yang tinggal di Lampung serta perkawinan silang antar suku, 3) Penggunaan bahasa Indonesia yang tidak hanya menggeser penggunaan bahasa Lampung, namun juga menggeser penggunaan bahasa daerah lain karena alasan kepraktisan dan kebutuhan berkomunikasi di ranah bisnis, pendidikan, dan sektor profesional lainnya.

Pada bagian terakhir paragraph yang merupakan bagian penutup esai, penulis penyimpulkan jika penyebab mulai terancam punahnya bahasa daerah merupakan akibat andil yang dimiliki semua pihak. Oleh karena itu, dalam mengatasi terancam punahnya suatu bahasa dibutuhkan pula peran semua pihak untuk melestarikannya.

Sekian artikel yang mengupas tentang jenis jenis esai dan penjelasannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat

 

Like this:

LikeLoading...

Contoh Essay atau Esai – Selamat datang sobat ibnudin. Gimana akhir pekan kalian? Masih ditemani dengan tugas-tugas sekolahan atau kampus? hehe. Yang penting tetap semangat sob mencari ilmu, yakinlah tidak ada ruginya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis akan berbagi tentang contoh essay. Sebelumnya ibnudin juga sudah mengulas contoh makalah yang baik dan benar.

Tentu kamu pernah mendapatkan tugas membuat essay atau malah sekarang sedang mengerjakan tugas ini. Penulis akan mengulas pengertian, jenis dan contoh essay atau esai untuk sobat.

Langsung saja berikut ini penjelasan contoh essay (esai). Jangan lupa menggunakan menu daftar isi untuk memudahkan mencari bab yang kamu cari!.

DAFTAR ISI

Pengertian Essay (Esai)

Essay atau esai merupakan karangan berbentuk prosa yang mengulas mengenai masalah secara singkat dengan sudut pandang penulis. Bisa juga pengertian esai adalah kerangka tulisan opini dari penulis dalam menilai suatu masalah.

Dalam penulisan esai dalam berbentuk formal dan informal. Untuk jenis esai formal menggunakan bahasa yang baku. Sedangkan untuk esai informal dalam penulisannya dapat menggunakan bahasa percakapan, semisal sedang mengajak pembaca berbicara. Bila masih bingung kamu bisa memperhatikan berbagai contoh essay yang penulis di akhir nanti.

Kunjungi juga : Contoh Daftar Riwayat Hidup atau Curriculum Vitae

Jenis jenis Essay

Ada beberapa jenis esai yang memiliki tujuan penulisan yang berbeda-beda. Setiap jenisnya memiliki cara penulisan dan objek tulisan yang berbeda pula. Banyak contoh essay dari berbagai jenis yang dapat kamu jadikan referensi.

Pembagian jenis essay secara garis besar dibedakan berdasarakan tujuan penulisan dan macam-macam masalah yang yang dibahas. Untuk selengkapnya berikut ini jenis esai:

Jenis Esai Berdasarkan Tujuan Penulisan

Di bawah ini ada enam jenis jenis esai berdasarkan tujuan penulisannya lengkap dengan ulasan singkatnya.

  1. Esai Cerita

Jenis esai cerita adalah esai yang memiliki tujuan untuk menggambarkan sesuatu, semisal benda atau manusia. Dengan harapan para pembacanya dapat membayangkannya.

Oleh sebab itu, tujuan dari penulisan esai cerita adalah untuk membuat pembaca dapat merasakan seolah-olah dia sedang berada ditempat tersebut. Semisal, pembaca dapat membayangkan tempat, bentuk, mendengar suara, merasakan rasa dan bau dari sesuatu yang ditulis oleh penulis esai.

Bisa dikatakan, esai  menginginkan agar pembaca mendapatkan kesan-kesan dari pengalaman penulis terhadap suatu kejadian.

  1. Esai Paparan

Esai paparan adalah jenis essay yang menjelaskan sesuatu secara sangat rinci kepada pembaca tulisan. Sedangkan untuk tujuannya adalah untuk memberikan pendidikan dan informasi untuk pembaca esai.

  1. Esai Argumentatif

Jenis esai argumentatif memiliki tujuan untuk membuat pembacanya yakin akan ide atau pandangan penulis terkait suatu isu. Esai Argumentatif berusaha untuk menjelaskan kebenaran dari ide penulis dengan penjelasan dan fakta-fakta. Tentu hal tersebut dilakukan supaya pembaca menyetujui ide yang digagas penulis.

  1. Esai Lukisan

Jenis esai lukisan adalah karangan yang berusaha menggambarkan sesuatu keadaan. Dengan harapan para pembaca esai dapat lebih memahami suatu yang hal.

  1. Esai Ajakan

Jenis esai ajakan memiliki beberapa kemiripan dengan esai argumentatif. Yang membedakannya adalah tujuan dari jenis esai ini bersifat persuasif yaitu ajakan dari penulis untuk para pembaca tulisannya. Ajakannya bisa berupa untuk mengikuti penulis atau sebaliknya menghentikan suatu hal.

Jenis Esai Berdasarkan Macam Permasalahan

Berikut ini ada tujuh jenis esai berdasarkan macam-macam permasalahan dengan ulasan singkatnya.

  1. Esai Deskriptif

Jenis esai deskriptif adalah esai yang menjelaskan atau mendeskripsikan suatu benda atau subjek manusia. Beberapa permasalahn yang sering diangkat pada jenis esai semisal hewan. tanaman, dan tokoh-tokoh.

  1. Esai Tajuk

Jenis esai tajuk adalah esai yang ada di surat-surat kabar dan menjadi tempat masyarakat dalam menyampaikan pendapatnya. Semisal pendangan masyrakat terhadap suatu masalah yang sering dialami oleh mereka. Dengan tujuan agar diperhatikan oleh pihak yang terkait, contohnya pemerintah daerah masyarakat tersebut.

Esia tajuk juga sering digunakan untuk mengangkat isu-isu yang sedang hangat. Semisal tentang kondisi perpolitikan negara, ekonomi dan masih banyak lagi.

Selain itu, isu-isu kecil yang menjadi perbincangan masyarakat juga sering ditulis dalam bentuk tajuk. Contohnya fenomena yang dulu pernah ramai yakni om telolet yang ramai dibicarakan.

  1. Esai Cukilan Watak

Jenis esia cukilan watak merupakan esia yang memungkinkan penulisnya memasukan beberapa watak dari seseorang berkaitan dengan suatu isu. Namun tidak menjelaskan secara detail tokoh yang sedang diambil wataknya. Melainkan hanya sedikit menggunakan watak dari tokoh tersebut.

  1. Esai Pribadi

Jenis esai pribadi adalah penulisan esai yang mengungkapkan secara jelas pendapat pribadi penulis terkait suatu isu. Esia pribadi hampir mirip dengan esia cukilan watak. Yang membedakannya terletak pada pemakaian pendapat pribadi antara yang sepenggal saja dengan keseluruhan.

  1. Esai Reflektif

Jenis esai reflektif adalah esai yang menekankan pada perenungan terhadap suatu keadaan. Semisal kondisi politik, kebijakan dari pemerintah dan masih lagi. Pada intinya mengajak pembacanya untuk merenungi tema yang diangkat penulis. Umumnya jenis esai reflekstif ditulis oleh para pakar dari berbagai bidang tertentu.

  1. Esai Kritik

Jenis esai kritik adalah esia yang berisi penilaian baik dan buruk, kelebihan dan kekurangan sesuatu objek. Semisal karya seni berupa lukisan, dilihat dari sisi plus dan minusnya. Esia ini akan banyak mengulas objek tersebut dari berbagai sisi. Hasil akhir dari penilitian tersebut ditulis dalam bentuk esai.

  1. Esai Artikel Penelitian

Jenis esai artikel penelitian adalah esai yang mengulas mengenai hasil dari suatu penelitian. Secara umum, jenis artikel ini akan memberikan tambahan wawasan pada tema yang dibahasnya. Atau setidaknya mengecek ulang suatu penelitian yang telah lampau dan dibandingkan dengan kondisi sekarang. Contoh essay artikel penelitian seperti yang berjudul Pengaruh Minat Baca Dan Ketersedian Buku Bacaan Terhadap Prestasi Belajar Murid SMP.

Cara Membuat Essay Yang Benar

Seperti yang telah dijelaskan tadi, esai merupakan karya tulis yang berisikan opini dan pandangan seseorang terkaitu suatu masalah. Sebuah opini tentu akan sulit berkembang bila hanya didiamkan saja, sebab itu opini tersebut ditulis dalam sebuah essay.

Untuk mengetahui bagaimana cara membuat essay dengan baik dan benar. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Menentukan tema yang menarik

Sebelum menulis sebuah essay, tentukan terlebih dahulu essay apa yang ingin Anda tulis. Sebuah tema yang bagus akan mempengaruhi isi keseluruhan essay tersebut. Oleh karena itu, pilihlah tema yang sedang hangat – hangatnya terjadi, sehingga para pembaca mau meluangkan waktunya untuk membaca essay yang akan Anda tulis.

Tentu dalam menulis essay perlu untuk memikirkan tema apa yang akan ditulis. Dalam pemilihan tema usahakan pilih yang semenarik mungkin. Bisa dengan menulis berita-berita yang sedang trend di masyarakat. Hal tersebut akan menarik banyak orang untuk membaca karya esaimu.

  1. Mengumpulkan data

Ketika tema sudah dipilih langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data-data. Bisa melalui buku-buku yang relevan dengan tema, atau juga dari sumber-sumber yang lain semisal internet. Kegiatan ini dilakukan agar argument yang disampaikan menjadi kuat.

Akan lebih baik jika esai diberikan beberapa data-data lapangan, semisal fakta kejadian, teori dan masih banyak lagi. Hal ini akan membuat karya essay menjadi lebih baik. Bila essai yang kamu tulis tidak terdapat sama sekali data pendukung, maka bisa jadi tulisanmu tidak akan dianggap oleh siapapun.

  1. Membuat kerangka essai

Sebelum menulis biasakan untuk membuat kerangka. Sebab saat proses penulisan, kerangka akan sangat memudahkanmu untuk menulis. Tujuan dari pembuatan kerangka atau outline juga agar tulisan tetap sesuai tema yang kamu pilih. Sehingga karya esai kamu lebih sistematis dan logis.

  1. Memperhatikan pemilihan kata

Karya tulis esai bisa dikatakan baik jika menggunakan bahasa yang baik pula. Pada umumnya contoh essay menggunakan bahasa formal. Namun kamu juga harus tetap memperhatikan siapa yang kamu tuju untuk membaca tulisan ini. Semisal bila untuk orang intelektual tentu menggunakan bahasa yang intelek. Sedangkan jika untuk masyarakat umum gunakan bahasa yang ringan namun tetap dalam koridor bahasa formal.

Pada intinya bagaiamana caranya agar target pembaca esai yang kamu buat dapat dipahami dengan baik.

Setelah melakukan step-step diatas, kamu bisa untuk memulai menulis esai. Tetap perhatikan dan fokus saat mengerjakan karya esai. Buatlah sebaik mungkin, agar para pembaca tulisanmu puas dan mendapat banyak manfaat. Bila masih kesulitan, kamu dapat melihat contoh essay di bawah ini.

Contoh Essay

Berikut ini beberapa contoh essay atau esai yang dapat kamu jadikan bahan referensi ketika membuat tugas esaimu. Selain tulisan teks dibawah ini, penulis juga berikan link download contoh essay pdf dan doc.

Apakah Sufisme Dapat Mempengaruhi Motivasi Hidup?

Dalam kondisi masyarakat modern saat ini, dimana banyak hal memudahkan pekerjaan manusia, seperti komunikasi dan transpotasi. Namun, pada kenyataannya kemudahan-kemudahan tersebut tidak menjadikan manusia modern memiliki motivasi hidup yang tinggi.  Hal ini terlihat dibeberapa negara maju, angka kematian yang disebabkan karena bunuh diri semakin tinggi. Sebagai contoh di negara jepang, media kompas menulis bahwa tahun 2016, angka kematian akibat bunuh diri mencapai 21.897 orang. Angka kematian tersebut menempatkan jepang sebagai negara maju dengan angka kematian akibat bunuh diri tertinggi di dunia, disusul oleh negara amerika dan inggris. Ini membuktikan, kemudahan dalam menjalani hidup di negara maju tidak selalu menjadikan seseorang memiliki motivasi hidup yang tinggi.

Kata motivasi berasal dari istilah latin yang berarti bergerak. Sehingga, motivasi dapat diartikan sebagai faktor penggerak manusia. Sedangkan motivasi hidup adalah penggerak manusia untuk bertahan dan melanjutkan kehidupan. Motivasi bisa dikatakan kunci sebagai penentu keberhasilan hidup manusia. Dapat ibaratkan motivasi adalah mesin dari sebuah motor, yang berfungsi menggerakkan motor. ketika motor tidak memiliki mesin maka motor tidak akan mampu berfungsi sesuai dengan yang diharapkan, yaitu bergerak atau berjalan dijalanan.

Sumber motivasi pun juga beragam, ada yang memiliki motivasi hidup karena harta yang diimpikan, jabatan yang tinggi dimasyarakat, atau bahkan kekuasaan ditengah-tengah masyarakat. Beberapa contoh tersebut hanya motivasi dalam bentuk materi saja, sesuatu yang tampak yang dapat dinikmati panca indera saja. Namun yang jadi pertanyaan, apakah hanya sesuatu yang bersifat materiil saja yang mempengaruhi sumber motivasi hidup seseorang? Tentu tidak, mungkin bagi bangsa barat sesuatu yang bersifat materiil adalah motivasi utama atau bahkan satu-satunya. Namun bagi bangsa timur, ada sesuatu yang melekat erat ditubuh bangsa ini yang senantiasa memberikan sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan, yakni spiritualitas.

Spiritualitas secara bahasa berasal dari kata spirit. Spirit merupakan bagian terdalam dari jiwa, dan sebagai alat komunikasi atau sarana yang memungkinkan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan.  Spiritualitas lebih menekankan pada pengalaman pribadi, yang dapat berupa pengalaman-pengalaman mistis atau supranatural. Dalam agama islam, terdapat sebuah cabang kajian yang lebih menekankan pada pengalaman pribadi, yakni tasawuf atau sufisme. Dalam tulisan ini mencoba menjabarkan mengenai spiritualitas dalam islam yakni sufisme dapat mempengaruhi motivasi hidup atau kah sebaliknya.

Motivasi

Seperti yang telah disinggung diatas, bahwa motivasi adalah penggerak manusia. Orang-orang Yunani dulu mengira bahwa gerakan dengan inisiatif diri disebabkan oleh suatu ruh. Manakala “ruh itu digerakkan”, maka bergeraklah objek atau tubuh yang ditempati oleh ruh itu. Dalam tradisi islam di jawa, kerap kali mengatakan bahwa manusia hidup karena ada roh didalam tubuh, yang menggerakkan tubuh manusia dan ketika roh itu hilang tubuh pun akan berhenti (mati).

Definisi mengenai motivasi sangat beragam dalam psikologi. Definisi sederhana dari motivasi adalah segala sesuatu yang merangsang, mendorong dan mengarahkan tingkah laku. Oleh karena itu motivasi identik dengan proses tingkah laku yang dimunculkan dan diarahkan, dalam prosesnya juga bervariasi dalam arahan, intensitas serta durasi yang berbeda pada tiap individu. Beberapa teori psikoterapi sungguh-sungguh telah merumuskan suatu ruh atau kekuatan yang tersimpul di dalam diri, yang mendorong kita menapaki sepanjang jalan kehidupan ~ mereka menyebutnya mind, cosmic force atau libido. Tapi, kata soul (jiwa) sendiri merupakan istilah yang secara akademis tidak terima, kecuali dalam aliran Jungian.

Ada dua teori mengenai motivasi yang memandang motivasi bersifat mekanistik atau kognitif. Pertama, analisis mekanistik melihat tingkah laku ada, karena dimulai baik oleh adanya stimulus eksternal, atau karena stimulus internal. Contoh stimulus eksternal berupa cuaca yang panas dan stimulus internal berupa rasa haus. Dari dua stimulus tersebut kita akan bereaksi, karena cuaca yang panas dengan mencari tempat berteduh sekaligus meminum air untuk menghilangkan rasa haus. Bila respon yang kita lakukan dapat menghilangkan atau memenuhi keinginan kita maka bisa menjadi kebiasaan, namun sebaliknya bila tidak memberi kepuasan, maka akan mengalami kondisi kebosanan.

Kedua, teori kognitif menganggap bahwa berpikir tentang informasi yang akan masuk serta faktor lain yang akan turut berpengaruh sebagai hal yang penting untuk menentukan respon tingkah laku terhadap stimulus. Sebagai contoh sikap pribadi seseorang dan pengaruh-pengaruh sosial sangatlah penting dalam mengambil keputusan dan demikian pula, menyangkut motivasi.

Untuk memahami apa yang membuat orang melakukan sesuatu atau tidak sama sekali, banyak ahli teori yang berbalik kepada “kebutuhan” (Need) sebagai konsep. Para ahli membagi berbagai motif ke dalam kebutuhan-kebutuhan, antaralain , Biologis berupa lapar, haus, seks ; Emosi berupa mendekat dan menjauh ; Sosial berupa kasih sayang (hubungan dengan orang lain), kekuasaan ; Bermain dan pencapian motivasi: bermain, eksplorasi, pencarian stimulasi prestasi.

Motivasi juga disebut sebagai daya pendorong atau penarik, bisa dikatakan bahwa ketika melakukan sesuatu kita terdorong untuk menempatkan diri pada kondisi yang nyaman karena disebabkan terhambatnya pemenuhan kebutuhan dasar, misalnya air dan makanan. Daya penarik yang dihasilkan oleh suatu tujuan disebut memiliki nilai insentif. Sebagai contoh ketika kita merasa lapar sedang yang ada didepan mata adalah seekor kucing, tentu kita tidak akan tega memakannya.

Tokoh psikologi humanistik, Abraham Maslow memandang motivasi berasal dari kebutuhan-kebutuhan dasar manusia yang ia anggap berlaku universal. Kebutuhan-kebutuhan fisik penting bagi pertahanan hidup yang sangat mendasar. Ia menyakini kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi hanya muncul jika kebutuhan-kebutuhan fisik sudah terpenuhi sebelumnya. Ia menganggap dua level kebutuhan dasar sebagai tahap yang paling rendah, dan level-level yang lebih tinggi adalah kebutuhan untuk berkembang. Maslow menganggap level aktualisasi diri sebagai sesuatu yang diluar kebutuhan metaneeds.

Teori-teori diatas lebih banyak menekankan pada kebutuhan fisik manusia, dan tak ada yang membahas mengenai kebutuhan manusia yang bersifat metafisik. Banyak kasus terutama kisah mengenai Nabi dalam agama, mereka berjuang dengan segenap keyakinan untuk membela dan mendakwahkan apa yang mereka yakini, bahkan sampai nyawa taruhan mereka. Ada lagi fenomena akhir-akhir ini, banyak terjadi bom yang pelakunya percaya bila ia mati (syahid) akan masuk surga. Saya kira hal tersebut juga masuk pada ranah motivasi yang kuat, sehingga yang melakukannya rela memberi apa saja yang ia punya bahkan nyawanya. Kalau menurut dr. Lynn, hal ini tampaknya adalah motivasi yang tertinggi, melampaui semua kebutuhan fisik.

Sufisme dan Motivasi Hidup

Pada periode pertengahan (Islam), sufisme diangap sebagai penyebab kemunduran peradaban Islam dan ketertinggalan umat islam. Ajaran-ajran sufisme ditengarahi menyebabkan manusia yang mengamalkannya menjadi lemah berjuang dalam kehidupan, bahkan memiliki kerendahan menjalani hidup. Contoh sikap yang paling mendasar dari sufisme, yaitu zuhud. Arti kata Zuhud ialah tidak ingin, tidak tertarik kepada dunia, kemegahan, harta benda dan pangkat. Sehingga orang yang melakukan zuhud adalah orang  yang tidak ingin, tidak tertarik kepada dunia, kemegahan, harta benda dan pangkat.  Secara definisi, bisa kita gambarkan sikap zuhud ini seperti sikap yang “anti” terhadap dunia dan terkesan menjauhi, bila dipahami sekilas hal ini dapat menjadi sebab kurang termotivasinya orang menjalani hidup. Ada juga, pelaku tasawuf yang berkhalwat (menyendiri) di tempat terpencil, bisa gua atau gunung-gunung atau tempat yang sepi dari kehidupan.

Bagi orang materialisme, sikap-sikap sufisme (zuhud, khalwat) adalah penghalang dalam menjalani kehidupan, karena ia tak memiliki hasrat untuk mengembang diri. Bila dilihat dari sudut pandang teori Abraham Maslow, sikap zuhud bisa menjadi penghambat manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dan bila kebutuhan tersebut tak terpenuhi dapat menyebabkan penyimpangan perilaku hidup. Dari hal tersebut sufisme cenderung menurunkan motivasi hidup.

Namun, bila dikaji secara mendalam, sufisme memiliki nilai-nilai yang mampu membangkitkan motivasi hidup. selain itu, dalam pemaknaan zuhud mengalami perubahan pada masa modern seperti menurut Nurcholish Madjid, zuhud versi sufisme lama cenderung mengajarkan kepasifan dan sikap anti-dunia sementara zuhud modern menekankan keaktifan, progresif, dan konstektual untuk memenuhi kebutuhan umat. Sehingga kurang lebih zuhud dapat dimaknai mengesampingkan dunia dan zuhud tak lebih sekadar membatasi keinginan manusia, karena bila manusia tak dibatasi akan menimbulkan sikap yang merugikan diri dan orang lain, semisal ketamakan.

Amin syukur berpendapat bahwa zuhud dalam tasawuf dikenal sebagai maqam untuk menuju pada jenjang kehidupan tasawuf, namun disisi yang lain zuhud merupakan moral islam. Dalam posisi ini, menurutnya zuhud bukan berarti suatu tindakan pelarian dari dunia nyata sebagaimana pernah dipraktikkan para sufi klasik, akan tetapi suatu usaha mempersenjatai diri dengan nilai-nilai ruhaniyah baru yang akan menegakkannya saat menghadapi problema hidup dan kehidupan yang serba materialistik dan berusaha merealisasikan keseimbangan  jiwanya sehingga timbul kemampuan menghadapinya dengan siap jantan.

Ada beberapa ajaran tasawuf yang dapat menjadi bagian dari motivasi hidup manusia, antara lain, Futuwah, Itsar dan Suhbah. Sikap Futuwaah berarti sikap kesantriaan, kepahlawanan atau keprawiraan. Sikap ini mengajarkan setiap manusia untuk gagah berani membela kebenaran dan memiliki akhlak yang baik. Kemudian, Itsar dalam kata lain yaitu altruism yang berarti sikap lebih mementingkan orang lain. Sikap ini mengajarkan bahwa keinginan pribadi bukan menjadi sebab kita bahagia, kepedulian terhadap orang lainnya yang kadang kala memberi penyemangat manusia menjalani hidup. Sehingga sering kali kita temui orang yang hidup bukan untuk kepentingan diri sendiri namun untuk orang lain dan mereka menjalani dengan nikmat.

Selanjutnya yang ketiga adalah Suhbah, Al-Qur’an menggunakan kata “sahiba ” untuk menunjukkan hubungan yang sangat erat antara kedua orang karena seringnya berinteraksi (katsurat mulâzamah). Sikap suhbah mengajari manusia untuk berinteraksi atau memiliki hubungan yang kontinyu terhadap orang lain. Walaupun pada pengertiannya lebih merujuk pada interaksi seorang murid dan guru sufisme, namun hal ini juga dapat diterapkan pada kehidupan umum. Kalau dalam psikologi behavior, lingkungan menjadi faktor utama pembentukkan perilaku, maka sikap Suhbah termasuk sebagai dorongan untuk dapat berinteraksi terhadap lingkungan dengan baik.

Hal yang ingin saya garis bawahi pada tulisan ini adalah sufisme atau tasawuf, walaupun berasal dari ajaran atau konsep yang tua (atau lama yakni sejak abad 7 M), ajaran ini terus mengalami dinamika yang menarik. Sufisme terus mencoba menempatkan diri pada setiap masa, salah satunya masa modern kala ini. Dan juga sufisme memiliki nilai-nilai ajaran yang dapat membangkitkan “jiwa” manusia, walaupun memang yang diharapkan dari sufisme bukan motivasi yang bersifat materil, namun lebih pada motivasi hidup yang bernuansa spiritual.

Selain itu, banyak pula gerakan sufisme yang mencerminkan adanya gerakan (motivasi secara arti) yang bernuansa sosial-kemasyarakatan. Seperti yang terjadi di Turki, ada sebuah gerakan sufisme bernama hizmet atau Gulen-Movement, sebuah gerakan yang dipelopori oleh tokoh sufisme modern, fethullah gulen dari turki. Hizmet merupakan gerakan masyarakat yang memberikan sumbangsih tanpa mengharapkan imbalan. Gerakan yang murni ini bisa jadi sebuah hasil dari motivasi hidup yang ingin ditularkan kepada yang lain.

Kesimpulan

Sufisme atau tasawuf selayaknya dipandang secara positif, dilihat dari berbagai peranannya terutama beberapa dekade belakangan ini cukup banyak. Dalam hal motivasi hidup, sufisme memberikan sebuah alternatif bagi para manusia dimasa saat ini. Ketika banyak orang kehilangan tujuan hidup, angka kematian yang tinggi dan hilangnya makna hidup manusia, sufisme menunjukan masih adanya harapan, tujuan untuk hidup. Motivasi hidup yang ditawakan sufisme menekankan pada aspek spiritual dan sosial, spiritual sebagai hubungan transenden dan sosial sebagai wujud dari kecintaan kepada Tuhan. Karena tak cukup mencintai sang Pencipta tanpa mencintai yang diciptakan.

Sekian ulasan mengenai contoh essay dan cara membuat essay dengan benar, beserta pengertiannya, jenis dan cara membuat essay. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah membaca, jangan lupa bagikan kepada sahabat-sahabatmu.

Kategori Edukasi

0 Replies to “Jenis Essay”

Lascia un Commento

L'indirizzo email non verrà pubblicato. I campi obbligatori sono contrassegnati *